Seseorang ketika mem-baca al-Fatihah dalam sholat hanya dibatin (dibaca didalam hati) atau hanya menggerakkan bibirnya saja.Apakah sah sholat orang tersebut ?
Begini Mas Sholeh, dalam praktek pengucapan rukun Qauli (Takbiratul Ihram, Fatihah, Tasyahud Akhir dan Salam yang pertama) syarat-sayaratnya dian-taranya adalah memperdengarkan suara kepada telinganya sendiri bagi orang yang pendengarannya normal (tidak tuli). Adapun bagi orang yang tuli, maka baginya tidak wajib memperdengarkan ucapannya, akan tetapi wajib baginya untuk mengeraskan suaranya sekiranya ketika dia tidak tuli dia bisa mendengarkan bacaanya. Jadi apabila bacaan Fatihahnya hanya di batin ya otomatis tidak sah. (Lihat: I’anatut Tholibin: I/128, Fathul ‘Allam: 2/246). Wallahu A’lam.
Ditulis September 26, 2008 - oleh admin, Tak ada komentar dalam rubrik Fiqih





