الحمد لله وحده , والصلاة والسلام على سيدنا وحبيبنا مـحمد ابن عبد الله , وعلى آله وصحبه ومن تبع هداه . ولا حول ولا قوّة إلا بالله , أما بعده
Para Masyayikh Al ‘Arifun Billah min Saadaatinaa wa Habaa-ibinaa Al Haadiin Al Muhtadiin ra. telah menjelaskan dan mengamalkan dzikir fida’ guna menebus, membebaskan, melepaskan, menyelamatkan dan mengamankan diri mereka, lebih-lebih keluarga mereka dari siksa api neraka.
Penebusan diri dari api neraka itu ada sejak zaman Baginda Habibillah Rasulillah Muhammad SAW. dan berkembang corak dan ragamnya. Kendati demikian, metode yang secara khusus diamalkan oleh para Masyayikh Al ‘Arifun Billah min Saadaatinaa wa Habaa-ibinaa Al Haadiin Al Muhtadiin ra. yang telah masyhur dengan istilah dzikir fida’, terbagi menjadi dua metode:
Pertama; ‘Ataqotush Shughra: membaca ” Subhanallah wa Bihamdih ” seribu kali ( 1.000 x ) dan ” Laa ilaaHha illallaHh ” tujuh puluh ribu kali ( 70.000 x ), sebagai tebusan dirinya atau keluarganya dari siksa api neraka.
Kedua; ‘Ataqotul Kubra: membaca Surat Al Ikhlas sebanyak seratus ribu kali ( 100.000 x ), sebagai tebusan dirinya atau keluarganya dari siksa api neraka.
Dan untuk menunjukkan kesungguhan itu semua, mereka memberikan mahar laksana kewajiban mahar dalam pernikahan. Bahkan diantara Ulama’ Salaf ada yang menebus dirinya dari siksa neraka dengan seluruh harta yang dimilikinya.
Dalam memberikan mahar harus ada kesungguhan. Apalah Artinya dunia jika di banding dengan keselamatan dan kebahagiaan di dalam akhirat. … selanjutnya
Ditulis September 27, 2008 - oleh admin, Tak ada komentar dalam rubrik Blog
Kepada Yth :
1. Jama’ah Ath Thoriqoh Qodiriyyah Wan Naqsabandiyyah Al Ustmaniyyah dan
2. Jama’ah Al Khidmah (Majlis Dzikir, Majlis besama-sama membaca sholawat kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, Majlis kirim doa kepada kedua orang tua, keluarga, masyarakat, pemimpin guru-guru dan arwahul muslimin wal muslimat al ahya’I minum wal amwat)
Assalamu’alaikum wr. wb.
Bismillahirrohmanirrohim, Alhamdulillahirobbil alamin. Segala puji bagi Allah Swt, yang telah menerangi hati dengan sinar keimanan, yang telah melapangkan hati dengan kejernihan tauhid dan sirri-rahasia keyakinan.
Sholawat serta salam semoga senantiasa terlimpah kehadirat baginda HabibillaHh Rosulillah, Muhammad Saw. sebagai sumber hidup dan kehidupan, sumber sirri-rahasia dan nur-cahaya serta penerang dan penyinar semesta alam, serta segenap Keluarga dan Shohabatnya yang penuh dengan keindahan, kesempurnaan dan kema’rifatan.
Semoga apa yang telah menjadi keinginan, niat dan tujuan kita yang utama dan mulia ini -Insya AllaHhu Ta’ala- dilihat, didengar dan diterima oleh Allah Swt, serta menuntun, membimbing dan menganugerahi taufiq dan hidayah kepada kita, keluarga kita, masyarakat kita dan bangsa kita, bercita-cita tinggi dan mulia, memilih pemimpin-pemimpin yang baik yang dapat membawa bangsa dan Negara Indonesia menjadi Baldatun Toyyibatun wa Robbun Ghofur. Amin ya Robbal alamin
… selanjutnya
Ditulis September 27, 2008 - oleh admin, Tak ada komentar dalam rubrik Bulletin
Heran kita menyaksikan tingkah sebagian anak bangsa akhir-akhir ini. Betapa mereka berlomba mengejar jabatan, sampai-sampai menghalalkan segala macam cara, membeli suara, money pilitik, obral janji, bahkan menjual ayat-ayat atau dalil demi melegitimasi tujuanya untuk meraih kursi empuk baik di DPR, DPRD, DPD maupun jabatan lainnya. Ketika telah berhasil dengan kedudukan yang diinginkanya, mereka lupa terhadap rakyat yang memilihnya. … selanjutnya
Ditulis September 27, 2008 - oleh admin, Tak ada komentar dalam rubrik Bulletin
إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا. [الأحزاب/72]
“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.” [Q.S. al-Ahzab: 72].
Amanat berarti “al-wafa” (memenuhi) dan “wadi’ah” (titipan). Hakekat makna amanat menurut Islam adalah segala hukum yang ditetapkan Allah (yang telah disampaikan oleh para Nabi dan Rasul). Memegang atau memikul amanat berarti mentaati segala hukum yang telah dibuat Allah SWT dan hilangnya amanat berarti tidak ditaatinya hukum Allah SWT oleh pemegang amanat tersebut. … selanjutnya
Ditulis September 27, 2008 - oleh admin, Tak ada komentar dalam rubrik Bulletin
Suatu ketika tatkala Rasulullah SAW sedang bersiap di medan perang Uhud, tiba-tiba terjadi hal yang tidak terduga. Seorang lelaki yang bernama Amar bin Tsabit telah datang menemui Baginda SAW. Dia rupanya ingin masuk Islam dan akan ikut perang bersama Rasulullah SAW. Amar ini berasal dari Bani Asyahali. Semua kaumnya pada waktu itu sudah masuk Islam setelah tokoh yang terkenal Sa’ad bin Muazd memeluk Islam. Tetapi Amar ini enggan mengikuti kaumnya yang berbondong-bondong masuk Islam itu. Keangkuhan jahiliyyah menonjol dalam jiwanya, walaupun dia orang baik dalam pergaulan. Ketika kaumnya menyerunya kepada Islam, ia menjawab; “Kalau aku tahu kebenaran yang aku kemukakan itu sudah pasti aku tidak akan mengikutnya.” Demikian angkuhnya Amar. … selanjutnya
Ditulis September 27, 2008 - oleh admin, Tak ada komentar dalam rubrik Bulletin